Seperti pembuatan suatu produk. Sang penemu/pembuat produk/produsen tau segala hal mengenai produknya sendiri. Karena ia yang membuatnya langsung dan hanya ia yang mengerti proses pembuatannya. Maka, agar dapat menjaga produk tersebut tetap awet dan tidak mudah rusak, si produsen tsb membuat rules cara pemakaian atau cara mengoperasikan produk tsb dengan baik dan benar. Dengan tujuan produk tsb dapat dimanfaatkan dengan baik tanpa cacat karena kesalahan pemakaian.
Sama halnya dengan kita. Yang diciptakan oleh Allah swt sang pencipta. Hanya ia yang tau seluk beluk pembuatan kita. Hanya Ia yang paling mengerti kita. Hanya Ia yang tau betul dimana titik2 kelemahan kita.
Dari sanalah, disusun petunjuk hidup. Diberikan poin poin larangan, dan hal-hal yang sebaiknya harus dihindari, juga sebaiknya harus dilakukan. Bukan sekedar untuk apa, namun tidak lain dan tidak bukan untuk menjaga eksistensi kita sebagai manusia agar tetap berprilaku baik dan benar, tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan oleh sang pencipta itu sendiri, dapat memberikan manfaat seluas luasnya tanpa bersinggungan dengan hal yg tak Ia inginkan, dan dapat kembali pulang dengan selamat dan dicintai Sang Pencipta
Apakah hal ini merupakan kecacatan dalam berfikir?
Komentar
Posting Komentar