Langsung ke konten utama

Postingan

Cinta Fana

Saat itu, aku mulai mencarimu Mulai meyakini bahwa aku menjatuhkan rasa padamu Menghampirimu, hingga mengajakmu berkeliling kotamu Aku tak tahu Aku tak tahu apakah kau merasakannya jua Atau hanya aku Hanya aku yang melihat fatamorgana bahwa kau juga menyimpan rasa padaku Tapi sudahlah Ku putuskan untuk menghiraukan semuanya Cukup menikmati berjalan berkeliling bersamamu Dan menikmati berada di dekatmu Hingga suatu waktu Bodohnya aku Aku tak mengerti Bahwa ternyata aku bukanlah wanita itu Bukanlah wanita yang memang berada di hatimu Bodohnya aku Aku tak tau Ternyata ia yang selama ini aku kenal, tlah lama menghiasi harimu Bodohnya aku Aku bukanlah apa-apa dibanding dirinya Jiwa itupun remuk Hancur tak terkira Terurai berkeping-keping Memang tak seharusnya ku jatuhkan rasa itu padamu Namun aku menyadari sesuatu Sesuatu hal yang lebih berharga dibanding dicintaimu Suatu ujian terbesar di dalam hidupku, yang ternyata selama bertahun-tahun belum bisa aku lewati.. ...
Postingan terbaru

Renungi

Ketika kita diam.. termenung.. Duduk di sudut tebing karang yang curam.. Sambil merasakan suara deru ombak di tepian pantai.. Juga hempasan angin yang dibawa laut.. . Tak pernah kita sadari, bahwa terdapat banyak proses yang terus berjalan meskipun kita sedang termenung. . Ya, reaksi-reaksi kimia itu. Fotosintesis yang tak henti2nya dilakukan tumbuhan. Baik dikala gelap maupun terang. Kondensasi yang terus bekerja dalam pembentukan awan. Respirasi aerob maupun anaerob. Rekasi fusi pada matahari.  Pembentukan ovum pada setiap saat. Bahkan hingga sintesis protein yang setiap saatnya selalu bekerja dalam sel2 tubuh kita. . Tapi hingga saat ini, sudah mampukah kita mengingatNya lewat reaksi2 tsb?

Lagi-Lagi Ku Cukupkan

Kurasa cukup sampai disini. Dia, Sang Mahacinta, tak mengizinkanku mencintaimu lebih dalam. Aku pun telah meminta padaNya untuk menghapus perasaan itu. Ya, perasaan cintaku padamu. . Betapapun sakit yang kurasa, itu tak mengapa. Asal kau tak merasakannya jua . Sedikit demi sedikit, kuyakin rasa itu akan benar hilang. Hingga kau bersama dengan yang kau puja, dan aku pun begitu. . Entah.. Orang itu adalah aku atau bukan., Aku tidak akan berharap lebih jauh lagi. Cukup sampai disini. Kurasa aku sudah tak layak jika aku masih berharap kepada manusia. Biarkan Dia berkehendak, dan takdir bekerja. Hingga rahasia lauhul mahfudz terbuka... . . . . I'm giving up on you, ***

Untuk Dirimu yang Masih Abu-Abu

Untuk Dirimu yang Masih Abu-Abu di Hidupku, Setiap wanita, memiliki sosok pujaan di hatinya.. Namun, hal itu tak berlaku untuk sebagian orang.. Dan saat ini, aku ingin menjadi yang sebagian itu.. Agar ketika waktunya tiba, rasa ku tetap utuh nan suci, Dan pantas kusisihkan padamu.. Yang pastinya rasa yang berlandaskan karena Allah SWT.. Bukan karena nafsu semata..

2 Cinta 1 Waktu

Kini.. Smakin nampak terasa.. Antara kau dan dia, smakin sama rasa yang kurasa.. Yaa.. Sama-sama menggetarkan hati. Entah, kupikir, aku hanya kagum pada salah satunya.. Tetapi lagi-lagi entah kenapa, jantung ku selalu berdegup kencang ketika melihatnya. Ya, getaran itu nampak jelas adanya karena ku tak bisa membohongi diriku sendiri. Dan aku kenal betul rasa itu bukan rasa kagum. Entah, aku tak mengerti.. Ku kira, aku hanya mencintai salah satunya. Tapi ternyata semakin lama tampak tak ada perbedaan diantara keduanya. Rasa yang sama-sama mengalir begitu saja tanpa kehendak diri.. Mungkin itulah rasa cinta.. Tetapi, aku belum benar-benar siap untuk jatuh cinta. Apalagi kepada 2 orang yang berbeda di saat yang bersamaan. Karena jatuh itu sakit. Dan yang aku inginkan adalah bangun cinta.. Bukan jatuh cinta... Membangun cinta setelah pernikahan kelak.. Entah dengan siapa, aku tak ingin berharap lebih pada mereka.. Yang kuharap, aku benar-benar bisa menjaga kesempurnaan cinta ku t...