Saat itu, aku mulai mencarimu Mulai meyakini bahwa aku menjatuhkan rasa padamu Menghampirimu, hingga mengajakmu berkeliling kotamu Aku tak tahu Aku tak tahu apakah kau merasakannya jua Atau hanya aku Hanya aku yang melihat fatamorgana bahwa kau juga menyimpan rasa padaku Tapi sudahlah Ku putuskan untuk menghiraukan semuanya Cukup menikmati berjalan berkeliling bersamamu Dan menikmati berada di dekatmu Hingga suatu waktu Bodohnya aku Aku tak mengerti Bahwa ternyata aku bukanlah wanita itu Bukanlah wanita yang memang berada di hatimu Bodohnya aku Aku tak tau Ternyata ia yang selama ini aku kenal, tlah lama menghiasi harimu Bodohnya aku Aku bukanlah apa-apa dibanding dirinya Jiwa itupun remuk Hancur tak terkira Terurai berkeping-keping Memang tak seharusnya ku jatuhkan rasa itu padamu Namun aku menyadari sesuatu Sesuatu hal yang lebih berharga dibanding dicintaimu Suatu ujian terbesar di dalam hidupku, yang ternyata selama bertahun-tahun belum bisa aku lewati.. ...
Ketika kita diam.. termenung.. Duduk di sudut tebing karang yang curam.. Sambil merasakan suara deru ombak di tepian pantai.. Juga hempasan angin yang dibawa laut.. . Tak pernah kita sadari, bahwa terdapat banyak proses yang terus berjalan meskipun kita sedang termenung. . Ya, reaksi-reaksi kimia itu. Fotosintesis yang tak henti2nya dilakukan tumbuhan. Baik dikala gelap maupun terang. Kondensasi yang terus bekerja dalam pembentukan awan. Respirasi aerob maupun anaerob. Rekasi fusi pada matahari. Pembentukan ovum pada setiap saat. Bahkan hingga sintesis protein yang setiap saatnya selalu bekerja dalam sel2 tubuh kita. . Tapi hingga saat ini, sudah mampukah kita mengingatNya lewat reaksi2 tsb?