Hingga aku mencoba untuk menghapus jarak itu. Perlahan kubiarkan perasaan sakitku bersembunyi dibalik senyum yang kuberikan padanya. Semuanya terlihat lancar, berhubung ada sebuah kompetisi yang harus kami berdua lakukan dalam satu tim. Jika bukan karena kompetisi itu, mungkin aku masih mengambil jarak dengannya.
Namun, hal itu terus berlanjut hingga esok hari, esok lusa, esok minggu, dan seterusnya. Seperti memulai semuanya kembali dari titik nol. Akupun mulai menikmati alur cerita. Dan dia sepertinya juga. Tak pernah kudapati lagi wajah murungnya yang terhampar di atas meja. Pikiran-pikiran anehku pun mulai menghilang dan mulai menganggapnya teman biasa. Tidak seperti sebelumnya.
Hingga pada suatu saat, aku merasa rasa itu mulai kembali ada. Hampir setiap malam ia menyapaku. Ya, walaupun hanya menanyakan PR. Tetapi, hal itu semakin memuncak ketika UAS sejarah tiba. Aku tak bisa menjelaskannya secara rinci disini. Namun, aku merasakan getaran yang berbeda saat itu. Mungkin, aku mulai jatuh cinta kembali..
Komentar
Posting Komentar