Langsung ke konten utama

Jatuh Pada Cinta Yang Salah

Rasa itu terus ada, dan semakin bertambah. Aku tak bisa membohongi diriku sendiri. Selalu kutemui hati yang berdegup ketika berjumpa dengannya. Semakin aku menjauhinya, semakin ia mendekat. Lagi-lagi aku harus merasakan getaran itu. Selalu datang lagi dan lagi.

       Diam-diam, aku selalu memerhatikan semua tingkahnya. Entah, hanya saja ini terlalu aneh bagiku. Aku pun tak jarang tak sadarkan diri ketika sedang memerhatikannya. Hingga ia menatapku kembali. Ketika aku tersadar, sontak aku kaget dan memalingkan wajah. Perasaan itupun muncul. Perasaan yang telah lama sekali tak pernah aku rasakan lagi sejak 3 tahun lalu. Rasanya sama. Dan akupun salah tingkah.

        Bulan demi bulan berlalu. Aku mulai terbiasa dengan rasa itu. Tak peduli bagaimana ia menganggapku. Meskipun ada sedikit rasa harap yang kadang muncul, ah tapi biarlah. Sampai pada suatu saat, teman dekatku menyapaku. Kami membuat suatu obrolan. Tanpa sadar, aku mulai membahas dirinya. Karena ia pernah dekat dengan temanku ini sebelumnya.

       Aku mulai menyadari sesuatu ketika obrolan kami mencapai titik klimaks. Suatu realitas yang tidak bisa dielakkan. Membuat aku harus menjauhi dirinya sejauh mungkin. Ia yang selama ini kutaruh rasa, kini harus kucabut paksa dan kembali harus dikunci rapat. Memang, ini merupakan suatu kenyatan pahit yang harus aku terima.

       Dan saat esok tiba, aku berjanji untuk terus memalingkan wajahku darinya. Akan kutahan diriku agar tidak berusaha menyapanya. Cukup duduk manis, dan nikmati obrolan bersama kawan lama. Cukup sampai disini kisahku dengannya. Tak kan kubiarkan lagi hati ini jatuh pada cinta yang salah...

Komentar