Langsung ke konten utama

Harus Kusudahi

Sepertinya, kisah ini sudah lama dimulai. Namun aku tak pernah menyadarinya. Dan tak ingin menyadarinya. Akan betapa jahatnya aku jika kuteruskan ini. Dia yang dipuja sahabatku, tak mungkin kubiarkan mendekat padaku. Walau aku tak tahu apakah benar aku cintanya yang salah.

       Mencitaimu, merupakan kesalahan terbesar yang pernah aku alami. Tetapi untung saja, rasa itu tak pernah kulanjutkan. Selalu terbenam dengan hadirnya sosok pujaanku yang sudah lama menetap di hati. Yang kini tak mau kuakui keberadaannya di hatiku.

       Awalnya, aku rasa ini semua telah berakhir. Namun, pandangan itu tak bisa membohongi diriku. Entah hanya perasaanku atau memang benar adanya. Bahkan lebih dari satu waktu. Dan sangat terpampang jelas. Banyak sekali firasat yang muncul. Tetapi jika boleh jujur, pandangan tadi begitu lembut dan sempat menggetarkan hatiku. Ah, tapi dia milik sahabatku. Walaupun hanya kagum dan tidak resmi memiliki. Tetapi tetap saja, tak boleh aku lanjutkan perasaan ini.

        Jika kuingat perkataan ibuku, "wanita itu mudah sekali berpaling pada pria lain, menyukai pria lain dalam waktu singkat. Namun pria sulit sekali melupakan seorang wanita. Jika satu itu yang ia cinta, akan bertahan lama di hatinya". Di sisi lain aku mulai berfikir, mungkin itu semua benar dan sedang lelaki itu alami. Lelaki yang sejak pagi menatap wajahku dalam diam. Karena hal ini bukan pertama kalinya dan telah kurasakan sejak beberapa waktu yang sangat lalu. Namun aku menghiraukannya..

Komentar