Jika hati, memang tak lagi mencinta.. Lalu, mengapa ia masih mencari?
Jika batin, memang tak lagi berharap.. Lalu, mengapa ia masih berangan?
Apa istimewanya dirimu?
Sehingga membuatku terpaku diam di tempatku berdiri dahulu
Mengapa tak bisa kulupakanmu?
Melupakan wajah yang tanpa sadar terlukis di alam bawah sadarku
Apa yang kau mau?
Kau hanya bisa berlari-lari mengitari anganku secara sporadis..
Meski beribu bait pusi telah kurangkai,
Meski kertas putih tlah penuh dengan guratan sajak tentangmu,
Masihkah kau ingin tetap disana?
Berdiri seolah menungguku
Walau ku tak tahu siapa orang yang kau tunggu itu
Sampai kapan kau berdiam disana?
Berdiam tanpa sepatah kejelasan
Berdiam seolah menunggu
Menunggu kebosanan ku tiba seraya mengusirmu pergi dari jalur khayalku
Namun aku tak pernah menemuinya
Menemui kebosanan akan hadirnya dirimu di anganku
Membohongi perasaan ku hanyalah sebuah usaha sia-sia
Sudah kehendak hati bahwa ku masih mencinta
Meski dirimu tak dapat ku jamah
Jauh disana
Tak terengkuh jari jemariku
Komentar
Posting Komentar