Langsung ke konten utama

Negeri di Dalam Awan

Jauh,
Jauh terlepas dari belitan materi
Melanglang tinggi menembus langit
Terkekang kabut, mengurung syahwat
Terkurung awan, ditemani surya
Membujuk rembulan ikut bersama

Dari sini,
Tak satupun atap tak dapat kujamah
Gunung yang tinggi, dapat kugenggam
Langit senja nan apik, dapat kuukir

Dari sini pula, kami berserah
Pada Sang Pencipta yang menata awan
Hingga tertutuplah gemerlap kota
Yang setiap pagi kami harap
Untuk bisa memandangnya

Hanya ditemani dirinya
Yang membawa sejuta mukjizat
Yang berisi ribuan untaian kalamNya
Yang mengandung hikmah tanpa batas
Dan bermakna mendalam tanpa akhir

Bersama mereka,
Yang tanpa sengaja dibersamakan
Yang dengan tulus hati memberi kasih
Yang  memiliki hati ikhlas hanya untukNya
Dan tak pernah lelah untuk menembus awan

Jauh,
Meski terkadang kami bisa meliriknya
Namun mereka tak pernah berharap kami ada di dalamnya
Di luar padanan awan

Cukup bersama lembaran kalamNya,
Dan bersama mereka
yang ikut berjuang bersama di dalam awan,
Tak ada lagi materi yang ingin kami tuju
Dan tak ada lagi materi yang ingin kami miliki
Karena semua itu, tak akan pernah sebanding
Dengan apa yang sedang kami rintis saat ini,
Esok hari, dan selamanya..

Perjuangan ini, akan selalu kami emban
Membacanya, menghafalnya,
mentadabburinya, menjaganya,
Dan mengamalkannya,
Terus berjuang menggapai ridhoNya
Meski kami tak lagi ada pada Negeri di Dalam Awan...

Komentar