Nasib kaum idealis
Yang merasa tersendiri di setiap kondisi, keadaan, hingga momen
Mengikuti khalayak hanya sebagai formalitas
Bahkan menjadikan formalitas sebagai budaya
Tak ada rasa yang benar2 tertanam saat melakukan
Semua hanya formalitas
Jika boleh kuberi tahu, mereka sama sekali tidak ada niatan untuk melakukannya
Mereka punya prinsip sendiri
Pemikiran sendiri
Lebih ideal
Dan pas menurutnya
Jika ada kegiatan di luar itu yg mereka kerjakan, itu hanyalah sebatas formalitas
Yya, semua serba formalitas.
Pada kenyataannya hati kecilnya tak berghiroh, dan cenderung punya aksi lain.
Hanya karena formalitas belaka.
Andai kalian tahu apa yang mereka ingin lakukan di setiap situasi
Melakukan semua anjuran yang dianjurkan
Menghindari semua larangan yang dilarang
Sangat ideal memang
Tak ada kata rasional di dalam otaknya
Semua pas pada tempatnya, dengan takarannya masing-masing
Tidak ada kata kompromi
Tidak ada belas kasih pada mereka yang lemah tak bisa menjalani aturan
Tapi apa boleh buat
Aku yang berkepribadian insting, tak bisa begitu saja melaksanakan ideologiku
Semua kututupi dengan formalitas
Formalitasku yang kini menjadi kebiasaanku
Nasib kaum idealis, ditambah akal insting
Agak berbenturan memang,
Tetapi jika engkau tahu aku tanpa isnting,
Semua akan berbalik dan otoriterku menjadi tokoh utama
Bila mendekat adalah cara yang salah, maka inilah caraku untuk mengurai segala rasa yang sempat terlintas di jalur hatiku..
Komentar
Posting Komentar