Kau,
Tak menempati setitikpun ruang di hatiku
Tak memiliki jabatan apapun di tahta ku
Dan tak berarti apapun di ruang ingatanku
Sebelum Dia Sang Mahacinta memercikkan rasa itu padaku...
Mencintaimu..
Adalah sebuah hal di luar dimensiku
Menerka sebab dibalik degupan itu
Berangan panjang hingga langit ketujuh
Menggapaimu..
Hanyalah sebuah angan tinggi yang mustahil kuraih
Aku yang hanya bisa memandangmu
Meski dari sudut yang terlampau jauh
Tak bisa meminta lebih pada sang Mahacinta
Untuk mendekat dan sekedar bertanya kabarmu
Cukup dari sini, dari tempat ini
Aku menyapamu
Menyapa hati yang tak sanggup kusapa
Memandang rupa yang mustahil kupandang
Dan memberi senyum pada jiwa yang fana
Hingga rasa itu memuncak, dan menampar imanku
Ibarat bumi dan langit,
Kau berada nun jauh diatas sana
Sementara aku, masih terdiam diatas sepetak tanah nan tandus,
Yang tanpa hentinya kutanami benih
Meski tak tahu kapan ia kan tumbuh
Biarlah...
Biarkan hati ini merasakan pahitnya mencintai
Biarkan rasa itu melanglang buana tanpa arah
Hingga aku tersadar,
Bahwa hati ini tak lagi pantas kujatuhkan
Pada sosok yang belum tentu,
Tertulis jelas nan indah di lauhul mahfudz
Biarlah hati ini belajar hanya mencintaiNya
Mencintai Dia yang menciptakan
Segala rasa yang pernah terlintas di jalur hatiku..
Biarlah hati ini hanya mencinta Sang Penciptanya..
Komentar
Posting Komentar